Bupati Grobogan Dukung Pembuatan Agro Wisata Kopi di Desa Genengsari

Bupati Grobogan Dukung Pembuatan Agro Wisata Kopi di Desa Genengsari

Bupati Grobogan Sri Sumarni mendukung terkait adanya investor yang akan membangun agro wisata kebun kopi di Desa Genengsari, Kecamatan Toroh. Hal itu diungkapkan bupati saat menghadiri acara pemaparan rencana pendirian Agro Eco-Tourism Kopi Seluas 270 ha oleh PT Agrobumi Wilis, Jumat (21/12/2018).
“Saya menyambut baik rencana ini. Sebab, pembangunan pertanian dan pariwisata akan memberikam efek besar bagi perekonomian masyarakat,” kata bupati.


Hadir dalam paparan di ruang rapat wakil bupati tersebut, Kadis Pertanian Edhie Sudaryanto, Asisten II Ahmadi Widodo dan sejumlah Kepala OPD terkait. Hadir pula Ketua Aliansi Petani Mandiri Setiawan Djoko Purwanto, dan Project Manager PT Agrobumi Wilis Ivan Zulfa.
Menurut bupati, saat ini sudah mulai muncul agro wisata meski masih berskala kecil. Seperti kebun belimbing di Desa Tarub, kebun kelengkeng di Sumberjatupohon, dan kebun jambu citra di wilayah Tegowanu.
“Kali ini, ada yang mau bikin agro wisata dalam skala luas. Yakni, kebun kopi yang ditunjang tanaman durian. Kopi dan durian ini adalah hal baru di Grobogan. Saya berharap, usaha ini nanti bisa sukses,” katanya.
Sementara itu Kadis Pertanian Edhie Sudaryanto mengatakan, konsep ekowisata dibangun dengan konsep Community Based Tourism atau Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pariwisata. Dengan konsep ini, peran Pemerintah Daerah sangat penting dan strategis untuk mendorong peran serta aktif masyarakat. Dalam menjalankan kemitraan dibentuk Koperasi sebagai Badan Hukum yang mewakili masyarakat (Petani) untuk melakukan kerjasama dengan perusahaan mitra.
“Untuk meningkatkan aktivitas pariwisata, kami akan bangun Rumah Kopi Grobogan sebagai pusat aktifitas dengan berbagai fungsi,” kata Edhie.
Project Manager Agrobumi Wilis Ivan Zulfa menambahkan, pihaknya akan mendorong berdirinya Rumah Kopi Grobogan sebagai ruang pamer, tempat belajar, tempat nongkrong, tempat rapat yang dikelola BumDes atau Koperasi.
“Saya yakin, kedepan Grobogan akan menjadi produsen kopi robusta terkemuka. Terlebih, di Grobogan juga memiliki potensi lahan ribuan hektar,” ungkapnya.
(Bn).

Kementan Kenalkan Varietas Unggul Baru M400 bagi Petani Grobogan

Kementan Kenalkan Varietas Unggul Baru M400 bagi Petani Grobogan

Kementrian Pertanian saat ini sedang melakukan kajian terhadap Varietas Unggul Baru (VUB) M400. Salah satu tempat kajian dilakukan di Desa Mangunsari, Kecamatan Tegowanu.
Pihak Kementan sebelumnya sudah memberikan bantuan benih padi M400 pada Gapoktan Ngudi Rejeki Desa Mangunsari untuk ditanam pada areal seluas 180 hektar. Saat ini, kondisi tanaman sudah memasuki panen dan pihak kementan melakukan ubinan untuk mengetahui produktivitasnya. Kegiatan ubinan juga dihadiri Staf Direktorat Perbenihan Tanaman Pangan Kementan Heny Setiyowati dan Wiwit Ekowati. Hadir pula, Penyuluh Pertanian Madya pada Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah Sukirno, perwakilan dari Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan, PPL setempat dan penyedia benih M400.
Dalam kegiatan ubinan tersebut diperoleh hasil sebagai berikut. Untuk sampel 1 diambil dari padi umur 98 hari dengan jumlah rumpun 96, malai per rumpun rata-rata 22 dan jarak tanam 20 x 25 x 40. Hasil yang didapat sebanyak 8,06 kg. Jika dikonversikan dalam GKG 8,06 x 1.600 x 0,75 memperoleh 9,672 ton/ha.
Kemudian, sampel 2 diambil dari padi umur 102 hari dengan jumlah rumpun 89, malai per rumpun rata-rata 22 dan jarak tanam 20 x 25 x 40. Hasilnya memperoleh 10,37kg. Jika di konversikan dalam GKG dengan rumus 10,37 x 1.600 x 0,75 mendapat hasil 12,444 ton/ha.
Berdasarkan hasil ubinan di atas menunjukan bahwa peningkatan hasil produktivitas. Sebelumnya diperoleh rata-rata 8 ton/ha dan meningkat menjadi 9 ton/ha. Hal ini sudah sesuai dengan tujuan utama Kementan yaitu meningkatkan produktivitas padi.
Sementara itu, adanya perbedaan diantara kedua hasil ubinan tersebut disebabkan beberapa faktor. Antara lain, umur tanaman, penggunaan pupuk NPK berimbang dan SOP yang diterapkan oleh petani tersebut.
“Untuk sementara hasil ubinan (2,5 m x 2,5m) di Gapoktan Ngudi Rejeki Desa Mangunsari yang menunjukan angka 10,62 kg menjadi yang tertinggi di 3 Provinsi dalam program VUB tahun 2018,” kata Fachrudin dari Produsen VUB M400.

(ip)

Pemkab Grobogan Selenggarakan Bimtek Penyusunan Master Plan Smart City Tahap IV

Pemkab Grobogan Selenggarakan Bimtek Penyusunan Master Plan Smart City Tahap IV

Bupati Grobogan Sri Sumarni berharap agar setiap OPD dapat mengusulkan satu kegiatan inovasi yang sesuai dengan RPJMD Kabupaten Grobogan Tahun 2016-2021. Hal itu disampaikan bupati saat membuka Bimtek Tahap IV Smart City di Surakarta, Rabu (7/11/2018) malam.
“Saya berharap dengan adanya Bimbingan Teknis Penyusunan Master Plan Tahap IV Smart City ini kita dapat meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan di Kabupaten Grobogan. Kemudian, melalui program Smart City ini, saya berharap setiap OPD dapat usulkan satu program inovasi,” katanya.
Menurutnya, ada beberapa hal yang dapat ditingkatkan melalui penerapan Smart City. Antara lain, peningkatan kualitas layanan publik, percepatan perijinan, promosi potensi wisata dan budaya lokal, peningkatan investasi daerah serta pembangunan yang berkelanjutan dengan tetap mendepankan aspek lingkungan.
Pelaksanaan Gerakan Menuju 100 Smart City, lanjut bupati, tentu memerlukan perencanaan yang cermat dan sistematis serta dukungan dari seluruh Organisasi Pemerintah Daerah dan segenap masyarakat. Pelaksanaan Bimtek Tahap IV Smart City yang diselenggarakan hari ini dan besok merupakan upaya untuk mempertegas Visi Misi, Strategi Pembangunan, Rencana Aksi Daerah dan Peta Jalan Pembangunan Smart City Daerah untuk diimplementasikan dalam Buku II Master Plan Smart City Kabupaten Grobogan.


“Quick Win serta Peta Jalan Pembangunan Smart City yang telah dirumuskan oleh Tim Pelaksana Smart City perlu diperinci hingga menyebutkan tahun pelaksanaan kegiatan, OPD yang bertanggung jawab serta perkiraan kebutuhan anggaran untuk masing-masing kegiatan,” tegas bupati.
Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah pasal 386, Pemerintahan Daerah perlu melakukan pembaharuan penyelenggaran pemerintahan. Pembaharuan yang dimaksud adalah penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam penyelenggaran pemerintahan yang diantaranya diwujudkan melalui Program Smart City. Implementasi Program Smart City Kabupaten Grobogan merupakan bagian dari Gerakan Menuju 100 Smart City yang dihasilkan melalui Memorandum of Understanding (MoU) antara Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika dengan Bupati Grobogan tentang Implementasi Menuju Gerakan 100 Smart City.
Kepala Diskominfo Wiku Handoyo menambahkan, berdasarkan MoU tentang Implementasi Menuju Gerakan 100 Smart City tersebut, Pemerintah Kabupaten Grobogan berkewajiban menyelenggarakan Bimbingan Teknis sebanyak empat kali. Hingga bulan Oktober2018 ini Pemkab Grobogan telah melaksanakan tiga kali Bimbingan Teknis Penyusunan Master Plan Smart City.
Bimtek Tahap Pertama telah menghasilkan rumusan Program Kerja dan Analisa Kesenjangan yang disusun dalam Buku I Smart City. Bimtek Tahap Kedua telah menghasilkan konsep awal Buku II Master Plan yang berisi Evaluasi Program Kerja, Analisis Kesiapan Daerah dan Analisis Masa Depan Smart City.
Sedangkan, Bimtek Tahap Ketiga telah menghasilkan rumusan awal Quick Win dan Peta Jalan Pembangunan Smart City yang terdiri atas 53 program unggulan dan 20 Quick Win yang akan disempurnakan dalam Bimtek Tahap Keempat.

Bupati Grobogan Lantik Sembilan Pejabat Baru Hasil Seleksi Terbuka

Bupati Grobogan Lantik Sembilan Pejabat Baru Hasil Seleksi Terbuka

Sembilan pejabat baru level eselon II dilantik dan diambil sumpahnya oleh Bupati Grobogan Sri Sumarni di gedung Riptaloka, Selasa (6/11/2018). Pemegang Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) yang dilantik ini sebelumnya merupakan peserta seleksi terbuka atau lelang jabatan yang diselenggarakan sejak dua bulan lalu.
Pejabat baru yang dilantik masing-masing, Kepala Disporabudpar Ngadino, Kepala Disnakertrans Achmad Haryono, Kepala DPUPR Een Endarto, Kepala DP3AKB Indartingingsih, Kepala BPBD Endang Sulistyoningsih, Kepala Badan Kesbanglinmas Daru Wisakti, Kepala BKPPD Padma Saputra, Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Sunanto dan Kepala Dinas Kesehatan Slamet Widodo.
“Setelah dilantik, pejabat baru tidak boleh bersantai saja karena banyak tugas yang harus dituntaskan. Habis ini, langsung bekerja keras mendukung visi misi mewujudkan Grobogan yang lebih hebat. Sembilan pejabat baru ini kebetulan masih muda-muda jadi harus punya banyak inovasi,” tegas bupati.
Ia menyatakan, ada beberapa hal yang perlu mendapat perhatian serius dari para pejabat baru itu. Antara lain, masalah pariwisata, kematian ibu dan bayi, penanggulangan bencana, pembenahan infrastruktur, pengentasan kemiskinan dan pelayanan kesehatan masyarakat.
Bupati menyatakan, dalam seleksi terbuka tersebut semuanya murni dan tidak ada rekayasa. Sebab, pelaksanaannya di tangani oleh tim pansel dari Pemkab Grobogan dan Universitas Sebelas Maret Surakarta.
“Dalam seleksi terbuka ini kita bentuk pansel supaya bisa mengetahui kualitas dan kemampuan masing-masing pelamar. Sehingga nantinya, saya bisa menempatkan orang sesuai bidangnya. Jadi, hasil seleksinya murni berdasarkan kemampuan dan tidak ada rekayasa,” cetusnya.

TEKNOLOGI D’OZONE

Teknologi D’ozone pada benih kedelai untuk mempertahankan kualitas dan memperpanjang daya simpan benih kedelai

selengkapnya  di :

Teknologi ozon unt kedelai

D’ozone

Poktan Penerima Bantuan Alsintan Dibekali Cara Merawat Peralatan

Poktan Penerima Bantuan Alsintan Dibekali Cara Merawat Peralatan

Sebanyak 30 kelompok tani (Poktan) dari beberapa kecamatan di Kabupaten Grobogan, mengikuti pelatihan alat mesin pertanian (Alsintan) pasca panen yang diselenggarakan oleh Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Provinsi Jawa Tengah melalui Balai Alsintanbun.

Pelatihan dijadwalkan berlangsung selama dua hari, mulai 5-6 November 2018. Adapun lokasi pelatihan ditempatkan di aula dan dilanjutkan praktek lapangan di halaman kantor Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan. Pelatihan dipandu oleh teknisi dari penyedia alsintan.

Pelatihan ini dilakukan guna memaksimalkan bantuan alsintan yang diberikan pada poktan. Salah satunya adalah power threaser multiguna. Alat ini bisa digunakan untuk perontok berbagai biji-bijian. Seperti padi, jagung dan kedelai. Dengan digerakkan tenaga diesel 6 PK atau motor bensin 5,5 HP, mesin ini mampu merontokkan 700-1000 kg/ jam.

Kasi Alsintan pascapanen Balatsintanbun Distanbun Provinsi Jateng Murindro, SP menyatakan, selain bisa mengoperasikan, penerima bantuan juga diminta memperhatikan perawatan peralatan yang dimiliki. Sejauh ini, Kementrian Pertanian juga bekerjasama dengan TNI dalam hal pengawasan dan pemanfaatan alsintan yang diperbantukan pemerintah kepada kelompok tani.

“Petani penerima bantuan alsintan pasca panen supaya melaporkan pemanfaatan peralatan secara berkala. Kemudian, jika ada kerusakan alsintan supaya segera lapor ke Dinas Pertanian Kabupaten. Dengan demikian, kerusakan itu bisa cepat ditangani,” pesan Murindro.

Sementara itu, Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Grobogan Dr. Sunanto, S.St, MP menambahkan, kebutuhan akan alsintan saat ini dirasa makin meningkat. Hal ini disebabkan makin berkurangnya tenaga kerja di bidang pertanian.

Menurutnya, sebelum diserahkan secara resmi, para penerima bantuan sebelumnya mendapat bimbingan teknis dari produsen alsintan. Mereka mendapat penjelasan masalah spesifikasi, cara kerja, perawatan sederhana dan permintaan bantuan jika ada kendala di lapangan atau kerusakan.

Di hari ke 2 (6/11) peserta di berikan pemahaman tentang cara perawatan dan pengoperasian combine harvester. Salah satu alat panen padi & jagung yang sangat di gemari petani saat ini.”Petani dapat meminjam combine harvester yang ada di brigade alsintan dengan atasnama kelompok tani”, jelas sunanto.

(ip)

Dinas Pertanian Grobogan Gelar Capacity Building Pengelolaan Jaringan Website

Dinas Pertanian Grobogan Gelar Capacity Building Pengelolaan Jaringan Website

 

Dinas Pertanian Grobogan menyelenggarakan kegiatan Capacity Building Pengelolaan Jaringan Website di Tawangmangu, 3-4 November. Kegiatan ini diikuti oleh tim pengelola medsos dan website dinas.

Kepala Dinas Pertanian Grobogan Edhie Sudaryanto menyatakan, Capacity Building atau pengembangan kapasitas adalah proses di mana individu dan organisasi memperoleh, meningkatkan, dan mempertahankan keterampilan, pengetahuan, peralatan, dan sumber daya lain yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan mereka secara kompeten atau untuk kapasitas yang lebih besar. Diharapkan, dari kegiatan ini, kinerja tim pengelola medsos dan website dinas bisa lebih baik lagi.

“Pengelolaan akun medsos dan website dinas, sejauh ini sudah cukup bagus. Namun, masih harus dilakukan beberapa upaya lagi agar medsos dan website dinas bisa lebih banyak lagi menyajikan berbagai informasi pada masyarakat luas. Khususnya, informasi yang berkaitan dengan bidang pertanian,” katanya.

Menurut Edhie, keberadaan medsos dan website saat ini sudah jadi kebutuhan bagi instansi pemerintahan. Sebab, melalui media ini, akses informasi bisa tersaji dengan cepat.

Dalam kegiatan itu, sempat pula dilakukan evaluasi terhadap kinerja yang sudah dilakukan oleh tim pengelola medsos. Selain itu, beberapa rencana kedepan juga disiapkan agar keberadaan akun medsos dan website bisa semakin baik lagi. Kegiatan capacity building ini menghadirkan wartawan media online Dani Agus Haryanto sebagai narasumber.

Kegiatan capacity building dirangkai dengan outbond di sekitar kawasan Bukit Sekipan Tawangmangu. Meski terlihat lelah usai menjalani outbond, namun raut wajah peserta terlihat tetap penuh semangat.

Bupati Grobogan Buka Festival Jerami 2018 di Desa Banjarejo

*Bupati Grobogan Buka Festival Jerami 2018 di Desa Banjarejo*

Acara festival jerami di Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus, resmi dibuka, Rabu (17/10/2018). Pembukaan festival dilakukan langsung oleh Bupati Grobogan Sri Sumarni di lapangan Desa Banjarejo. Ikut mendampingi bupati, Kapolres Grobogan AKBP Choiron El Atiq, Kajari Puji Tri Asmoro, Plt Kadisporabudpar Edi Santoso, Kadinas Pendidikan Amin Hidayat, Kabag Perekonomian Pradana Setyawan, Kabag Pemdes Daru Wisakti dan sejumlah pejabat terkait lainnya.
Adanya festival jerami ini ternyata mendapat respon positif. Indikasinya, pada hari pertama sudah ada ratusan warga yang datang sebelum pembukaan festival dilakukan pada pukul 13.30 WIB.
Kades Banjarejo Ahmad Taufik menyatakan, acara ini diselenggarakan dalam rangka memperingati ulang tahun Desa Wisata Banjarejo yang kedua. Festival rencananya akan berlangsung hingga 28 Oktober mendatang
“Pada peringatan ulang tahun pertama, kita bikin acara ngaji bareng Cak Nun. Untuk kali ini, gantian kita bikin acara festival jerami yang sebelumnya belum pernah digelar di Grobogan,” jelasnya.
Dalam festival ini, ada 59 hasil karya replika dari bahan jerami tersebut. Rinciannya, 24 replika berbentuk aneka hewan dan 35 replika lainnya berbentuk orang-orangan sawah, rumah, sepeda, gubug, dan perahu.
“Peserta festival tidak hanya dari warta tujuh dusun di Banjarejo saja. Tapi ada dari desa-desa sekitar serta satu peserta datang dari Salatiga. Kemudian, ada satu instansi yang ikut, yakni dari Dinas Pendidikan Grobogan. Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dari berbagai pihak atas terselenggaranya festival jerami ini,” katanya.
Pembukaan festival ditandai dengan pengguntingan tali dari jerami yang dilakukan Bupati Sri Sumarni. Hiburan barongan ikut menyemarakkan pembukaan festival jerami yang baru pertama digelar di Desa Banjarejo tersebut. Pelaksanaan festival jerami mendapat apresiasi khusus dari bupati.


“Acara yang dilangsungkan hari ini sangat luar biasa. Terus terang, saya salut dengan kreatifitas yang dilakukan Pak Kades Banjarejo untuk mengoptimalkan potensi wisata di desanya ini,” kata bupati.
Bupati juga mengagumi hasil karya replika berbagai hewan purba yang dipajang di lokasi festival. Bahkan saat berkeliling meninjau lokasi festival, ia sempat beberapa kali minta diambil fotonya dengan latar belakang replika hewan dari bahan jerami tersebut.
“Bagus sekali. Saya senang sekali bisa menyaksikan festival jerami. Soalnya, acara seperti ini jarang sekali dilakukan. Semoga dengan adanya festival bisa menarik minat pengunjung ke Banjarejo,” katanya.

Bupati Grobogan Resmikan Pabrik Pakan Ternak Baru di Desa Mayahan

*Bupati Grobogan Resmikan Pabrik Pakan Ternak Baru di Desa Mayahan*

Bupati Grobogan Sri Sumarni menyatakan, upaya Pemkab Grobogan untuk mendatangkan investor mulai terlihat hasilnya. Yakni, dengan sudah mulai berdirinya sejumlah pabrik besar di wilayah Grobogan. Terbaru adalah berdirinya pabrik pakan ternak PT Mulia Harvest Agritech di Desa Mayahan, Kecamatan Tawangharjo.
“Hari ini, target tersebut sudah mulai tercapai dengan beroperasinya pabrik pakan ternak baru ini,” kata bupati saat meresmikan pabrik pakan ternak PT Mulia Harvest Agritech, Sabtu (6/10/2018).


Menurut bupati, selain pembangunan infrastruktur, salah satu target yang diinginkan adalah berupaya terus mendatangkan investor ke ke Grobogan. Khususnya, di wilayah Grobogan bagian timur yang lahannya masih memungkinan karena bukan merupakan kawasan pertanian produktif.
Meski sudah ada beberapa pabrik baru dengan skala cukup besar, namun bupati masih menghendaki masuknya banyak investor lagi ke Grobogan. Pihaknya akan memberikan kesempatan lebar buat inevestor yang memang serius mau menanamkan investasinya.
“Pemkab akan memberikan banyak kemudahan bagi investor yang mau mendirikan usaha di Grobogan. Khususnya, dalam hal perizinan,” katanya.
Menurutnya, adanya pabrik besar dinilai akan membawa banyak dampak positif. Antara lain, bisa mengurangi angka pengangguran lantaran banyak orang yang bisa terserap jadi tenaga kerja.
Selain itu, roda perekonomian disekitar kawasan pabrik juga akan tumbuh cepat. Termasuk, munculnya usaha-usaha kecil disekitar pabrik yang menyediakan kebutuhan bagi karyawan.
“Berdirinya perusahaan pakan ternak ini patut kita apresiasi. Sebab, dengan beroperasinya perusahaan ini, ada banyak tenaga kerja yang terserap. Ini tentunya akan berdampak pada menurunnya angka kemiskinan dan pengangguran,” jelas mantan Ketua DPRD Grobogan itu.

Puluhan Penyuluh Pertanian Grobogan Dilatih Jadi Pendongeng. Ini Tujuannya

*Puluhan Penyuluh Pertanian Grobogan Dilatih Jadi Pendongeng. Ini Tujuannya*

Puluhan petugas penyuluh Dinas Pertanian Grobogan mendapat pelatihan yang berbeda dari biasanya, Senin (1/10/2018). Yakni, pelatihan mendongeng buat anak-anak yang disampaikan oleh pendongeng Grobogan Erwin Nur Setyo Pambudi atau yang akrab disapa Kak Erwin.

Kepala Dinas Pertanian Grobogan Edhie Sudaryanto menyatakan, pelatihan mendongeng ini baru pertama kalinya diberikan pada para penyuluh. Adapun tujuan utama pelatihan adalah untuk menumbuhkan rasa cinta anak-anak pada dunia pertanian.

“Sejauh ini, regenerasi petani kita nilai masih kurang. Oleh sebab itu, harus ada upaya yang mesti dilakukan untuk meningkatkan kecintaan generasi muda pada bidang pertanian,” katanya, saat membuka pelatihan yang dilangsungkan di aula kantor Dinas Pertanian Grobogan itu.

Selama ini, lanjut Edhie, sasaran penyuluhan lebih banyak ditujukan pada orang tua yang sudah berkecimpung dalam dunia pertanian. Kedepan, para penyuluh diminta untuk menyasar anak-anak sebagai obyek penyuluhan.

“Untuk melakukan penyuluhan pada anak-anak tentu metodenya berbeda dengan yang dilakukan pada orang tua. Oleh sebab itu, kita hadirkan pendongeng sebagai narasumber untuk memberikan pelatihan mendongeng pada para penyuluh. Dengan adanya bekal ini, nantinya para penyuluh bisa lebih mudah jika harus menyampaikan penyuluhan pada anak-anak,” jelasnya.

Sementara itu, Susana pelatihan yang disampaikan Erwin berlangsung seru. Berbagai kiat lucu yang disampaikan, sempat mengundang gelak tawa para peserta pelatihan. Erwin menyatakan, pada umumnya tema atau bahan yang dibawakan saat mendongeng pada anak-anak adalah kisah legenda, kepahlawanan maupun cerita rakyat. Namun, seiring perkembangan zaman, tema yang diceritakan dalam dongeng semakin beragam. Termasuk membawakan dongeng dengan mengangkat tema seputar dunia pertanian juga cukup digemari anak-anak.

“Tema apa saja sekarang ini bisa dibawakan dalam mendongeng pada anak-anak. Termasuk masalah pertanian. Terpenting adalah bagaimana cara menyampaikan tema supaya bisa mudah diterima oleh anak-anak,” katanya.

Erwin menjelaskan, untuk dongeng masalah pertanian bisa mengangkat cerita-cerita rakyat yang sudah ada. Misalnya, kisah sukses seorang petani atau kisah petani yang menolong orang kelaparan.

Tema lainnya bisa dengan menceritakan tentang jenis tanaman secara lengkap. Yakni, bagian-bagian dari tanaman, dan manfaatnya. Biar tema dongeng bisa ditangkap dengan mudah, ada baiknya perlu dibawakan contoh tanaman yang akan diceritakan pada anak-anak.

“Bisa juga tema berasal dari produk makanan yang sudah dikenal. Misalnya, nasi yang asalnya dari padi atau jagung. Kemudian, tahu dan tempe yang asalnya dari kedelai,” katanya.

Menurut Erwin, supaya dongeng yang disampaikan bisa mengena maka ada hal-hal yang perlu dikuasai. Antara lain, menguasai teknik mendongeng secara efektif dan efisien. Kemudian, perlu memiliki kemampuan mengatur intonasi suara, artikulasi, ekspresi, dan gesture. Jika kemampuan ini dimiliki maka anak-anak yang mendengarkan dongeng jadi betah dan mengerti maksud yang disampaikan.

Lebih lanjut disampaikan, mendongeng merupakan salah satu cara yang efektif untuk menambah pengetahuan, menanamkan nilai-nilai akhlak dan budi pekerti kepada anak.

Sebab secara fitrah anak-anak memang menyukai dongeng. Disamping itu, mendongeng juga memiliki manfaat untuk membangunan kedekatan psikologis dan kehangatan hubungan kasih sayang dengan anak.

”Saya berharap pelatihan ini bisa mendorong para penyuluh menguasai teknik mendongeng yang baik dan memikat, sehingga tradisi mendongeng akan kembali bangkit sebagai salah satu metode edukasi terhadap anak-anak yang merupakan calon generasi bangsa di masa depan,” tandasnya.