Padi

small_57padi

Padi merupakan komoditas pangan utama, yang sangat strategis, karena menyangkut kebutuhan pokok sebagian besar masyarakat Indonesia yaitu beras.  Kebutuhan beras dalam negeri untuk saat ini belum bisa tercukupi dari produksi sendiri, sehingga masih harus dipenuhi dengan impor. Kondisi ini tentu saja beresiko terhadap ketahanan pangan nasional. Adanya fenomena perubahan iklim, serta alih fungsi menyebabkan menurunnya produksi yang berdampak pada resiko ketersediaan pangan nasional.

Untuk mengantisipasi hal ini maka pemerintah lewat Kementerian pertanian menargetkan surplus 10 juta ton beras pada tahun 2014. Program ini harus didukung oleh seluruh daerah termasuk Kabupaten Grobogan. Selama ini Kab. Grobogan dikenal sebagai salah satu lumbung  beras di Jawa Tengah, sehingga untuk mensukseskan program ini perlu untuk terus mengupayakan peningkatan produksinya.

Selama ini upaya peningkatan produksi di Kab. Grobogan terus diupayakan dengan menerapkan berbagai teknologi. Lewat program Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT), sistem tanam jajar legowo, Sistem of Rice Intensification (SRI), serta Paska Panen yang didukung penggunaan alat mesin pertanian yang modern, dan pendampingan yang optimal dari para penyuluh di lapangan kiranya peningkatan produksi padi yang signifikan akan bisa dicapai.

Di Kabupaten Grobogan  tanaman padi ditanam di sawah baik pengairan teknis maupun tadah hujan yaitu pada awal musim hujan atau MT I (bulan Oktober-November) dan MT II pada bulan Februari-Maret yang meliputi hampir seluruh 19 Kecamatan di Kabupaten Grobogan.
tabel-padi

Jagung

small_36jagungPengembangan sentra tanaman pangan merupakan salah satu strategi kunci dalam memacu pertumbuhan ekonomi pada masa akan datang, salah satu strategi yang dilakukan dalam upaya memacu peningkatan produksi dan produktivitas usaha tani jagung adalah dengan mengintegrasikan antar sektor dan antar wilayah dalam pengembangan usaha pertanian

Komoditas jagung memiliki peranan pokok sebagai pakan dan industri dalam negeri yang setiap tahunnya meningkat seiring dengan perkembangan industri pakan dalam negeri
Kabupaten Grobogan sebagai penghasil jagung terbesar di Jawa Tengah. Dengan rata-arata produksi lima tahun terakhir mencapai 597.624 ton, per tahun, dengan rata-rata produktifitas 54,04 kwintal/Ha, Hal ini jika dilihat dari potensi hasil dan kondisi di laoangan masih terdapat kesenjangan yang tinggi.
Luas Panen, Produktivitas dan Produksi Jagung di  Kabupaten Grobogan  tahun 2008 – 2013 tersaji dalam table berikut:

No.

Uraian

2008

2009

2010

2011

2012

2013

1.

Panen (Ha)

133.137

132.302

131.103

90.348

100.332

98.908

2.

Produktivitas (kw/Ha)

54,36

52,85

54,00

55,59

57,37

56,57

3.

Produksi (Ton)

723.747

699.223

708.013

502.214

575.614

559.557

Kedelai

small_48kedelai
Kedelai genjah, berbiji besar dan berdaya hasil tinggi merupakan kombinasi sifat ideal yang banyak dicari para petani, varietas “Grobogan”  adalah salah satu varietas yang termasuk kategori tersebut sehingga menjadi pilihan para petani di Kabupaten Grobogan,
Adapun luas tanam, luas panen, provitas dan produksi kedelai  di Kabupaten  Grobogan 5 (lima) tahun terakhir sebagai berikut  Luas Tanam, Luas Panen, Produktivitas, Produksi Kedelai Tahun 2008 – 2012.

­No URAIAN 2008 2009 2010 2011 2012 2013
1 Luas Tanam (Ha) 24.352 25.193 26.794 25.217 19.743 15.606
2 Luas Panen (Ha)  37.422 18.604 32.893 7.350 27.170 18,57
3 Provitas (Ku/Ha) 20,03 24,34 23,76 20,27 23,97
4 Produksi (Ton) 74.968 45.289 78.164 14.899 65.114 28,975

Dari data diatas luas tanaman kedelai rata-rata 5 (lima) tahun terakhir di Kabupaten Grobogan mencapai 24.000 Ha per tahun, maka dalam pengembangan kawasan kedelai di Kabupaten Grobogan menyusun rencana kegiatan yang terintegrasi dari desa sampai kabupaten.
Adapun waktu penanaman kedelai di Kabupaten Grobogan terbagi dalam tiga musim tanam sebagai berikut :

  1. Musim Labuhan (awal musim penghujan) yaitu pada bulan September s/d Oktober tergantung turunnya hujan, musim ini merupakan musim tanam kedelai terbesar di Kabupaten Grobogan dengan luasan lebih kurang 20.000 Ha, dan tersebar di kecamatan : Toroh, Pulokulon, Kradenan, Gabus, Wirosari, Karangrayung, Tanggungharjo dan Tegowanu.
  2. Musim Marengan (setelah tanam padi/jagung saat labuhan) yaitu pada bulan Desember s/d Pebruari dengan luasan lebih kurang 3.000 Ha, di kecamatan Pulokulon, Tawangharjo, Ngaringan,Geyer, Karangrayung, Kedungjati
  3. Musim Kemarau ( setelah tanam padi ke 2) yaitu pada bulan Juni dengan luasan lebih kurang 1.500 Ha di Kecamatan Toroh, Penawangan, Gubug.

Dengan adanya perbedaan waktu tanam maka  terjadi JABAL (Jalinan Benih Antar Lapang).
 

Kacang Hijau

small_84kacanghijau2

Kacang hijau merupakan tanaman yang tumbuh didaerah tropis dengan ketinggian tanah yang cocok untuk tanaman ini yaitu 500 m dpl. Kacang hijau ini memiliki banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari sebagai sumber bahan pangan berprotein nabati tinggi yaitu sekitar 24%. Kacang hijau memiliki kandungan protein yang cukup tinggi dan merupakan sumber mineral penting, antara lain kalsium dan fosfor. Sedangkan kandungan lemaknya merupakan asam lemak tak jenuh. Kacang hijau juga mengandung rendah lemak yang sangat baik bagi mereka yang ingin menghindari konsumsi lemak tinggi. Kadar lemak yang rendah dalam kacang hijau menjadikan bahan makanan atau minuman yang terbuat dari kacang hijau tidak mudah berbau. Bagian  paling bernilai ekonomi adalah bijinya.

Kacang hijau menyukai tanah gembur dengan saluran pembuangan air yang baik. Pada lahan kering seperti di Kabupaten Grobogan, kacang hijau ditanam pada akhir musim hujan. Komoditas kacang hijau merupakan komoditas tanaman pangan yang banyak ditanam di Grobogan setelah padi, jagung, dan kedelai. Kacang hijau ditanam di hampir semua kecamatan di Kabupaten Grobogan dengan kecamatan sentra yaitu Godong, Ngaringan, Tawangharjo, Klambu, Penawangan, dan  Gabus.

Adapun Luas panen, produktivitas dan produksi kacang hijau di Kabupaten Grobogan lima tahun terakhir sebagai berikut:

Adapun waktu penanaman kacang hijau di Kabupaten Grobogan terbagi dalam tiga musim tanam yaitu sebagai berikut :

  1. Musim Labuhan (awal musim penghujan) yaitu pada bulan September s.d Oktober tergantung turunnya hujan.
  2. Musim marengan (setelah tanam padi/jagung saat labuhan) yaitu pada bulan Desember s.d Februari .
  3. Musim kemarau (setelah tanam padi ke II pada daerah irigasi ) yaitu pada bulan Juni

SYARAT TUMBUH

  1. Tanah
    1. Tekstur    : Liat berlempung banyak mengandung bahan organik, aerasi dan drainase yang baik.
    2. Struktur tanah gembur
    3. Ph 5,8 7,0 optimal 6,7. Jika pH kurang dari 5, tanah sebaiknya di beri kapur terlebih dahulu, dengan waktu 2-4 minggu sebelum penanaman.
  2. Iklim
    1. Curah hujan optimal 50 – 200 mm/bln
    2. Temperatur 25 – 270C dengan kelembaban udara 50 – 80% dan cukup mendapat sinar matahari.